Jumat, 15 Maret 2013

HATI YANG SEMPURNA


“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:13)

  Seorang pemuda dikenal memiliki hati yang paling indah di seluruh lembah. Banyak orang mengagumi hati pemuda itu. Sempurna, tidak ada tanda atau cacat di dalamnya. Orang muda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah sampai suatu hari datang seorang lelaki dengan hati yang berdegup kuat namun penuh bekas luka.

Di sana-sini ada banyak lekukan dan benjolan karena banyak kepingan hati terletak tidak pas. Bahkan, di beberapa tempat ada ruang-ruang
kosong seperti ada bagian yang hilang. Hal ini mendorong sang pemuda untuk membandingkan dan mengejeknya, “Lihat hatimu dan hatimu. Hatiku sempurna dan hatimu berantakan bekas luka.”

“Ya,” kata orang tua, “Hatimu memang mulus sempurna, tapi aku tidak mau bertukar. Tiap bekas luka ini mewakili seseorang yang telah kuberi cintaku. Aku mencabik sekeping hatiku dan memberikannya kepada mereka, dan sering mereka memberiku kepingan hati mereka untuk menutupi ruang kosong di hatiku. Tapi, karena kepingan-kepingan tidak tepat, hatiku tidak mulus dan berlekuk-lekuk. Aku menghargainya karena itu mengingatkanku pada cinta di antara kami.

Kadang aku memberi kepingan hatiku dan orang lain tidak memberi kembali kepingan hatinya kepadaku. Ini meninggalkan lubang-lubang luka. Meskipun bekas cabikan itu menyakitkan, namun kubiarkan tetap terbuka untuk mengingatkanku tentang cinta yang pernah kuberikan pada orang-orang ini. Mungkin suatu hari nanti mereka akan kembali dan mengisi lubang yang kosong itu.”

Bagaimana dengan hati Anda Sahabat SMH? Penuh ‘cabikan luka’ atau masih ‘mulus-mulus’ saja?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar