”Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani,
jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; ...
Siapa yang yang membagi-bagikan sesuatu,hendaklah ia
melakukannya dengan hati yang ikhlas ....” (Roma 12:7-8)
Meski hidup dalam segala keterbatasan tidak pernah menyurutkan saya untuk tidak melayani Tuhan. Perjumpaan dengan Tuhan Yesus yang diproklamirkan saat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi puluhan tahun yang lalu, telah mengubah cara pandang saya dalam menjalani kehidupan. Keinginan hati yang paling dalam untuk berusaha menyukakan hati Tuhan Yesus melahirkan ide untuk berkarya dengan apa yang saya bisa lakukan salah satunya adalah melalui tulisan.
Meski tidak memiliki akses yang luas dalam pelayanan ini, saya mencoba memulainya. Di tengah-tengah kesibukan harian, saya selalu menyempatkan diri untuk membuat tulisan sembari mencari akses yang seluas-luasnya agar tulisan saya dapat dipublikasikan. Tujuan utama saya hanya satu yaitu mewartakan kebenaran firman Tuhan melalui tulisan. Salah satu kekuatan yang membuat saya tetap eksis melayani di mediasampai saat ini adalah keinginan hati yang ikhlas untuk terus melayani Tuhan melalui karya tulis.
Dalam segala segi kehidupan ’hati’ memiliki peranan yang sangat penting. Hati menjadi parameter dari kehidupan, bila hati kita bersih maka dengan sendirinya akan menciptakan kehidupan yang baik. Berbeda ketika hati kita dipenuhi dengan kotoran maka akan melahirkan kehidupan yang kurang baik. Pelayanan yang kita lakukan akan menciptakan pelayanan yang ’hidup’ atau ’menghidupi orang lain’ ketika kita hati kita bersih.Hati yang tidak ditumpangi oleh keinginan daging misalnya mencari popularitas,mencari keuntungan atau motivasi lainnya. Hati yang terpaut pada Yesus Kristus yaitu menjadi seorang hamba yang mau melayani. [WB]
BACA: Roma 12:1-8
PERENUNGAN: Mengapa kita harus melayani Tuhan dengan hati yang
ikhlas ?
PENERAPAN: Ambil keputusan hari ini untuk belajar melayani Tuhan
dengan hati yang ikhlas!
jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; ...
Siapa yang yang membagi-bagikan sesuatu,hendaklah ia
melakukannya dengan hati yang ikhlas ....” (Roma 12:7-8)
Meski hidup dalam segala keterbatasan tidak pernah menyurutkan saya untuk tidak melayani Tuhan. Perjumpaan dengan Tuhan Yesus yang diproklamirkan saat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi puluhan tahun yang lalu, telah mengubah cara pandang saya dalam menjalani kehidupan. Keinginan hati yang paling dalam untuk berusaha menyukakan hati Tuhan Yesus melahirkan ide untuk berkarya dengan apa yang saya bisa lakukan salah satunya adalah melalui tulisan.
Meski tidak memiliki akses yang luas dalam pelayanan ini, saya mencoba memulainya. Di tengah-tengah kesibukan harian, saya selalu menyempatkan diri untuk membuat tulisan sembari mencari akses yang seluas-luasnya agar tulisan saya dapat dipublikasikan. Tujuan utama saya hanya satu yaitu mewartakan kebenaran firman Tuhan melalui tulisan. Salah satu kekuatan yang membuat saya tetap eksis melayani di mediasampai saat ini adalah keinginan hati yang ikhlas untuk terus melayani Tuhan melalui karya tulis.
Dalam segala segi kehidupan ’hati’ memiliki peranan yang sangat penting. Hati menjadi parameter dari kehidupan, bila hati kita bersih maka dengan sendirinya akan menciptakan kehidupan yang baik. Berbeda ketika hati kita dipenuhi dengan kotoran maka akan melahirkan kehidupan yang kurang baik. Pelayanan yang kita lakukan akan menciptakan pelayanan yang ’hidup’ atau ’menghidupi orang lain’ ketika kita hati kita bersih.Hati yang tidak ditumpangi oleh keinginan daging misalnya mencari popularitas,mencari keuntungan atau motivasi lainnya. Hati yang terpaut pada Yesus Kristus yaitu menjadi seorang hamba yang mau melayani. [WB]
BACA: Roma 12:1-8
PERENUNGAN: Mengapa kita harus melayani Tuhan dengan hati yang
ikhlas ?
PENERAPAN: Ambil keputusan hari ini untuk belajar melayani Tuhan
dengan hati yang ikhlas!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar