“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Roma 12:11)
Di
biara Maulbrom di pegunungan Alpen, Austria ada mata air pegunungan
yang khas. Ia mengalir ke luar dari sisi bukit, melalui sebatang pohon
yang sudah dikosongkan bagian dalamnya sehingga menjadi pipa, dan
memancar dengan suara gemericik ke dalam sebatang pohon lainnya yang
sudah dikosongkan juga. Di dekatnya dalam bahasa Jerman ditulis: “Bila
orang datang kemari dan meminum airku, apakah kamu kira mereka akan
berterima kasih kepada-ku? Tapi tidak apa-apa, aku tetap akan
mengalirkan, bergemericik dan terus menyanyi. Betapa indah dan
sederhananya hidupku: aku memberi dan terus memberi.”
Sahabat
NK, salah satu tanda kedewasaan rohani adalah hidup yang terus
menjadi berkat. Apa akibatnya apabila mata air itu mampet dan tidak
mengalir, lama kelamaan akan menjadi genangan yang merugikan. Sama,
jika dalam hidup kita hanya ingin diperhatikan, diberi dan dilayani.
Bukan berkat, bahkan hidup kita menjadi sandungan dan awal dari
kehancuran.
Rasul Paulus, memberi nasehat kepada kita
supaya kita dapat hidup ‘saling’, hidup dalam kasih. Berarti, kita
tidak pasif melainkan aktif melayani satu dengan yang lain. Belajar
dari mata air yang terus mengalir dan bergemericik, bahwa sekalipun
orang tidak berterimakasih akan alirannya, dia tetap mengalir. Kadang,
menemui teman seiman yang menyebalkan, melayani yang tidak dihargai,
gesekan dalam pelayanan, bertemu orang-orang yang salah mengartikan
kasih kita, kiranya tidak membuat kita gentar untuk terus mengalir
memberikan pelayanan yang terbaik. Karena, melaluinya kedewasaan rohani
kita semakin nyata. SMH
BACA: Roma 12: 9-21
PERENUNGAN: Nasehat apa saja yang di tuliskan oleh Rasul Paulus?
PENERAPAN: Apa tindakan anda dalam keseharian sebagai tanda anda sudah tumbuh dewasa dalam Tuhan?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar