Kamis, 14 Maret 2013

KASIH YANG NYATA

“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Roma 12:11)
Di biara Maulbrom di pegunungan Alpen, Austria ada mata air pegunungan yang khas. Ia mengalir ke luar dari sisi bukit, melalui sebatang pohon yang sudah dikosongkan bagian dalamnya sehingga menjadi pipa, dan memancar dengan suara gemericik ke dalam sebatang pohon lainnya yang sudah dikosongkan juga. Di dekatnya dalam bahasa Jerman ditulis: “Bila orang datang kemari dan meminum airku, apakah kamu kira mereka akan berterima kasih kepada-ku? Tapi tidak apa-apa, aku tetap akan mengalirkan, bergemericik dan terus menyanyi. Betapa indah dan sederhananya hidupku: aku memberi dan terus memberi.”

Sahabat NK, salah satu tanda kedewasaan rohani adalah hidup yang terus menjadi berkat. Apa akibatnya apabila mata air itu mampet dan tidak mengalir, lama kelamaan akan menjadi genangan yang merugikan. Sama, jika dalam hidup kita hanya ingin diperhatikan, diberi dan dilayani. Bukan berkat, bahkan hidup kita menjadi sandungan dan awal dari kehancuran.
Rasul Paulus, memberi nasehat kepada kita supaya kita dapat hidup ‘saling’, hidup dalam kasih. Berarti, kita tidak pasif melainkan aktif melayani satu dengan yang lain. Belajar dari mata air yang terus mengalir dan bergemericik, bahwa sekalipun orang tidak berterimakasih akan alirannya, dia tetap mengalir. Kadang, menemui teman seiman yang menyebalkan, melayani yang tidak dihargai, gesekan dalam pelayanan, bertemu orang-orang yang salah mengartikan kasih kita, kiranya tidak membuat kita gentar untuk terus mengalir memberikan pelayanan yang terbaik. Karena, melaluinya kedewasaan rohani kita semakin nyata. SMH
BACA: Roma 12: 9-21
PERENUNGAN: Nasehat apa saja yang di tuliskan oleh Rasul Paulus?
PENERAPAN: Apa tindakan anda dalam keseharian sebagai tanda anda sudah tumbuh dewasa dalam Tuhan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar